Jumat, 20 Mei 2016

Ketika KAU dan AKU menjadi KITA



Bismillah…
Keinginanku. Ini tak hanya sebagai pertaubatan dari zina. Melainkan ini sebagai benteng kemajuan Islam. Kusebut ini sebagai PERNIKAHAN.
Pernikahan adalah sebuah kata maut menurutku, saat kau ucapkan itu, hati ini bergetar, menggebu-gebu, tak sabar menanti kata tersebut menjadi kenyataan. Tapi ketahuilah, wahai diriku…
Pernikahan tak semudah yang engkau kira. Pernikahan tak hanya menyatukan kau dan aku menjadi kita, tetapi juga dua keluarga, dua budaya serta dua kebiasaan yang berbeda yang terkadang masing-masing  keukeuh mempertahankannya. Pernikahan adalah penyatuan dua pikiran manusia. Pastikan sudah kita memiliki tujuan, visi dan misi yang sama, memiliki pemikiran yang sama..
Pernikahan tak semudah yang kau kira, ini lebih rumit dari perencanaan program kerja dakwah di Lembaga Dakwah tetapi perencanaan bagaimana kita membawa keluarga kita bermanfaat untuk kemajuan Islam, dakwah Islam serta melahirkan anak-anak yang cinta Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Pernikahan penuh dengan ketegangan, tak hanya kesenangan. Pernikahan penuh dengan pengorbanan, tak hanya kasih sayang. Pernikahan harus mampu membuat kekuatan dakwahmu, ibadahmu, semangatmu dalam kebaikan meningkat pesat. Jika itu tak terjadi, maka ketahuilah kau telah memilih yang salah. Karena jodoh terbaik, yang bersamanya kau akan lebih dekat dengan syurga Allah.
Wanita, pernikahan tak semudah yang kau kira. Kau harus menurunkan egomu, hilangkan semua sifat kekanak-kanakanmu. Kau harus mampu menjadi wanita tangguh yang dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Dan yang paling penting adalah kau harus mampu menjadi madrasah yang pertama, utama serta yang terbaik untuk anak-anakmu.
Lelaki, pernikahan tak semudah yang kau kira. Kau harus mampu memahami pikiran seorang wanita yang sangat rumit itu, kau harus mampu menurunkan hargamu ketika kau harus membantu pekerjaan rumah istrimu, kau harus mampu menafkahi, menjadi sosok yang bijaksana, yang bicaramu dapat jadi solusi, perbuatanmu dapat menjadi teladan keluarga. Dan yang paling penting adalah semua pertanggungjawaban di akhirat kelak ada pada dirimu, bagaimana kau dapat mendidik istri serta anakmu untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Maka banyak sekali persiapan yang harus kita lakukan. Mulai dari fisik, psikis, ilmu yang tak pernah ada habisnya. Menuntut ilmu  yang tak ada habisnya tapi setidaknya kita telah mengetahui dasar-dasar ilmu pernikahan.. ilmu menjadi seseorang yang kelak akan membina keluarga. Maka, ketika kau dengar kata pernikahan. Jangan terbawa perasaan. Buatlah kata-kata ini menjadi motivasi untuk memantaskan diri menjadi seorang suami/istri dan ayah/ibu. Niatkan semuanya hanya karena Allah semata, orientasinya hanya kepada Allah. Semoga Allah senantiasa selalu menjaga niat kita.
Afwan minkum.. ini hanyalah sebuah pendapat seseorang tentang pernikahan. Yang dia tak pernah merasakannya, yang dia hanya mengamati dari sekelilingnya. Hanya manusia biasa yang ingin terus belajar..


Rabu, 18 Mei 2016

Wajahnya Tenang Mendamaikan



Bismillaah.
Segala puji hanya bagi Allah atas segala nafas yang tiada pernah berhenti dan segala sesuatu yang membuatku menjadi mampu untuk menuis di blog ini. La hawla walaa quwwata illabillah. Tiada daya upaya diri ini tanpa pertolongan Allah.
Begitu banyak yang patut disyukuri dalam kehidupan ini, salah satunya adalah memiliki teman yang mengajak pada kebaikan. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini aku ditemukan dengan banyak orang yang tak pernah berhenti mengajakku dalam kebaikan. Tapi ada satu orang yang dari dulu sampai dengan saat ini terus bersamaku untuk menuju ketaatan kepada-Nya.
Bisa kuingat jelas, awal pertemuanku dengannya. Saat itu adalah saat pendataan PMB di kampusku. Dengan segala bentakan dan kekerasan disana aku temukan sosok yang aku melihatnya menjadi tenang. Wajahnya benar-benar tenang mendamaikan. Saat aku melihatnya, tak dapat aku lepaskan pandanganku terhadapnya. Saat aku melihatnya, aku merasakan ketenangan dibalik segala bentakan senior yang memekikkan telingaku.
Saat PMB dimulai, orang yang pertama aku cari adalah dia. Untuk apa aku mencarinya? Hanya untuk melihat wajahnya yang menenangkan tersebut. Tak dapat aku pungkiri, hanya dengan melihat wajahnya aku dapat pastikan dia adalah seseorang yang dekat dengan Allah. Aku sangat mengagumi wajahnya yang tenang mendamaikan. Sungguh aku ingin mengenalnya lebih dekat, ingin menjadi teman dekatnya.
Qadarullah, begitulah ketetapan Allah yang selalu membuatku tak pernah berhenti bersyukur. Allah tetapkan ia menjadi teman sekelasku. Begitu bahagianya aku. Tak malu-malu aku dekati ia dan berkenalan dengannya. Itulah awal persahabatan kami. Yang tak dapat aku lupakan. Kami menjadi teman yang sangat akrab kala itu, kita habiskan awal-awal semester berdua. Sehingga teman sekelasku yang lain berkata bahwa kita tak akan dapat dipisahkan.
Semakin aku mengenalnya, semakin pula aku mengaguminya. Dia tak sekalem yang aku kira, dia teman yang seru dan terkadang kami melakukan hal-hal yang konyol tapi menyenangkan. Hehe. semoga Allah selalu menjaga persahabatan kita, jangan pernah berubah. Dia pula sosok yang dapat membuatku hingga seperti ini. Darinya aku belajar banyak hal kebaikan, melihatnya aku mengingat hal-hal kebaikan, dengannya aku selalu berada di dalam kebaikan. In syaa Allah.
Dia adalah seseorang yang sangat teguh memegang prinsip, sangat berani berkata tidak saat ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, sangat tegas dalam menyampaikan yang haq dan bathil. Tapi aku tak dapat setegas dia. Tak dapat seberani dia. Hiks. Tapi emang kita adalah pribadi yang saling bertolak belakang tapi saling melengkapi in syaa AllahJ
Untuk Sahabatku yang aku ceritakan kisahnya disini,
begitu banyak kenangan bersamamu yang tak dapat aku lupakan dan tak dapat aku tuliskan. Begitu banyak hal yang telah kita lalui bersama suka maupun duka. kau teman diskusi yang baik, teman selingkaran yang ga pernah dipisah, teman hang out, teman untuk mencoba hal yang baru. Segalanya. Tetap jadi teman yang jika aku melihatmu aku temukan ketenangan disana. Tetap jadi seseorang yang aku kagumi. Jangan pernah berubah. Semoga Allah menjagamu dalam ketaatan kepada-Nya. Aamiin
to be continued (untuk teman yang mengesankan lainnya)

Senin, 16 Mei 2016

untukmu, yang masih ragu



Bismillah..
Untuk kedua orang yang menginspirasi..
Pada tahun 2008 silam, kampungku kedatangan seorang ustadz (begitulah warga memanggilnya) dari kota besar. Ustadz ini adalah seorang ustadz muda, single, pandai ceramah dan fasih berbahasa Arab. Kedatangan ustadz ini dalam rangka PPL untuk mengajar bahasa Arab di salah satu SMA di kota kecilku. PPL? Iya benar, beliau adalah seorang mahasiswa semester akhir yang ke kotaku hanya untuk menyelesaikan studinya. Tapi siapa yang sangka beliau menemukan jodohnya di kota kecil ini.
Tak pernah dibayangkan olehnya maupun oleh orang-orang bahwa dia akan menemukan seorang gadis yang akan dinikahinya di kota ini. Karena niatnya ke kota itu hanya untuk mengajar dalam rangka menyelesaikan studinya. Tapi sampai suatu saat, beliau melihat seorang gadis yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal beliau, lebih tepatnya selisih dua rumah dari tempat tinggal ustadz tersebut.
Gadis itu dilahirkan di keluarga yang sederhana tapi bahagia, dari ayah yang lembut tapi tegas, dari ibu yang cerewet tapi super perhatian. Gadis ini anak kedua dari 5 bersaudara, memiliki satu kakak perempuan, 2 adik perempuan dan satu adik laki-laki. Menurutku, hidup gadis ini bahagia, tak ada satupun yang kurang darinya. Masalah fisik, gadis ini sangat sederhana, bersahaja dan inner beauty-lah yang terpancar darinya. Gadis ini benar-benar baik, tak mengherankan sering kali gadis inilah yang menjadi kepercayaan kedua orang tuanya untuk mengurus rumah. Ia sangat bisa diandalkan, dia seorang yang rajin dan sangat baik dengan adik-adiknya. How kind she is, I’m sure! Bahkan sang ustadz jatuh hati padanya karena ia sering menyapu di teras rumahnya setiap hari. Hanya karena menyapu teras rumahnya setiap hari.
Gadis ini pula yang paham agama diantara saudaranya, bisa dibilang dia seorang yang hanif. Dia yang sering mengingatkan kebaikan di keluarganya. Dan bahkan di umurnya 19 tahun, dia berkata siap untuk menikah untuk menghindari perzinahan. Dan bahkan orangtuanya sangat percaya untuk melepaskannya menikah di umur belia tersebut karena mereka yakin gadis ini telah memiliki sifat keibuan dan mengerti urusan-urusan rumah tangga. (sedangkan aku? Di umur segini masih dibilang anak kecil. Wokeh -_-)
Skenario Allah memang indah, disaat keinginan sang gadis untuk menikah. Allah hadirkan seorang pemuda tangguh dari kota yang jauh siap menikahinya. Allah menetapkan ustadz tersebut di kota ini hanya untuk bertemu jodohnya. Dibalik ini, ada pelajaran untukku dan juga untukmu “Jodoh pasti bertemu dalam waktu yang telah Allah tetapkan” dan “Jodoh datang dari arah mana saja hingga arah yang tak pernah dikira”.
Oh iya, kukatakan pemuda ini sangat tangguh sekali. Begitu hebatnya, begitu beraninya beliau untuk berbicara dihadapan orang tua untuk menikahi anak gadisnya. Disaat beliau belum memiliki apapun, masih mahasiswa begitu juga dengan gadis itu. Beliau juga menjamin bahwa gadis ini tak akan berhenti kuliah. Beliau berjanji akan berusaha keras sampai si gadis menyandang gelar sarjana. Ma syaa Allah, mendengar hal tersebut tak ada keraguan di hati orang tua si gadis untuk menikahi pemuda tersebut dengan anaknya.

Proses yang cukup singkat dari awal sang ustadz menyampaikan maksudnya kepada orangtua si gadis sampai pada pernikahan. Pernikahannya sederhana namun begitu haru dan khidmat. Aaah aku masih dapat membayangkan hari itu. Hari bahagia kedua orang hebat ini. Setelah pernikahan ini, aku ceritakan kepada teman-temanku bahwa ada yang menikah tanpa proses pacaran. Begitu bangganya kuceritakan kisah ini pada teman-temanku karena hal ini sangat asing bagiku maupun teman-temanku. Dan memotivasiku dan juga mereka bahwa pacaran setelah pernikahan itu lebih indah.

(to be continued)

Selasa, 10 Mei 2016

Langka di Akhir Zaman

Bismillaah..
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Hanya bagi-Nya, pemilik semesta alam.
Malam ini tepatnya sore tadi, ada kejadian yang begitu membuatku terenyuh. Sebenarnya harus ku selesaikan naskah akademik perda itu, tapi entah kenapa kejadian tadi ingin aku tulis di blog ini.. aahhh sungguh aku benar-benar merindukan blog ini J
Telah lama tak ku tuliskan beberapa pengalamanku disini. Yaah banyak sekali yang tak sempat kuceritakan kepadamu my blog.. banyak sekali hikmah yang didapat dari ketentuan Allah. Ma syaa Allah. Aku takkan bisa berhenti bersyukur ketika aku mengingat skenario Allah yang indah, yaah membuat hidupku lebih indah..
Dan dari skenario Allah pula aku temukan teman-teman yang hebat, teman-teman yang mengajakku lebih taat kepada-Nya. Sampai aku temukan teman seperti dia, iya ini dia yang akan kuceritakan kisahnya ditulisanku ini..
Dia, yang kukenal hampir 3 tahun yang lalu. aku tak ingat jelas kapan pertama kali bertemu dengannya. Tapi aku mengenalnya sangat baik, aku tahu bagaimana perjalanan hidupnya selama 3 tahun ini. Bisa dibilang aku adalah pengamat perkembangan hidupnya. Jelas saja, setiap langkahnya aku monitori. Setiap jalannya aku mata-matai. Ntah kenapa? Tapi yang jelas aku hanya ingin menjadi salah satu orang yang akan selalu mengingatkan kebaikan kepadanya. Walau aku belum baik, tapi yaa begitulah. Intinya kita saling mengingatkan. seperti kata-kata hits di kalangan aktivis dakwah kampus:
Nerakamu memang bukan urusanku dan surga belum tentu menjadi milikku,
Tapi mengajakmu dalam KEBAIKAN adalah KEWAJIBANKU J
Dia seorang manusia biasa yang tak lebih seperti keturunan adam dan hawa (yakalee). tetapi ada beberapa hal yang buatku terkagum-kagum padanya. sungguh. ini hanya karena akhlaknya. Tak ada yang menarik dari dirinya. Tapi sungguh kalian akan temukan sesuatu yang buat kalian akan terkesan olehnya jika hidup dengannya sehari ,dua hari. Sungguh sekali lagi itu hanya karena akhlaknya. Tak ada satu kata pun dari mulutnya yang mencederai hatiku, karena ia adalah seseorang yang menjaga lisannya. Karena lisan adalah penentu  kebaikan amal seseorang. Itulah Akhlak.
Allah Subhanahu Wa Ta’alaa berfirman:
“ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah pekataan yang baik, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” ( Qs. Al Ahzab:70-71)
Dia adalah seorang teman yang jika kau telah mengenalnya, bisa langsung kau rasakan kebaikannya. Dia berikan kebaikan itu kepada semua orang, tak mengenal status apalagi kasta. Dia adalah teman yang bersama-sama dengannya aku menuju dalam taat kepada Allah.  Dia adalah teman seperjuangan.. Yaah benar sekali!! Yaps benar sekali. Dia adalah seorang aktivis dakwah kampus di kampusku. Tak begitu menonjol ia disana tetapi ia punya kontribusi dan impian yang besar dalam dakwah. Dia selalu menjadi orang pertama jika berkaitan dengan kegiatan-kegiatan dakwah. Dia dan dakwah seperti hal yang tak bisa dipisahkan. Dia begitu mencintai dakwah dan dakwah akan terus menjaganya. Satu yang aku harapkan, semoga Allah senantiasa menjaganya dalam kebaikan dakwah.
Menurutku, orang sepertinya benar-benar langka. Disaat orang lain membuat dirinya dikenal dengan orasi-orasi panjang atau dengan menunjukkan prestasi-prestasi keduniawiaannya itu. Ia berbeda. Sunggu berbeda. Dia adalah orang yang tidak menginginkan ketenaran di bumi, bahkan mungkin orang-orang mengenalnya sekarang bukan karena ia telah menonjolkan dirinya dengan melakukan sesuatu tapi karena akhlaknya. In syaa Allah karena akhlaknya. Semoga namanya senantiasa terkenal di penduduk langit, disebut oleh para malaikat karena akhlaknya..
Wahai temanku, yang terkenal karena akhlaknya.. yang selalu menjaga lisannya.. yang tak pernah menonjolkan diri dengan sengaja.. yang tak pernah mencoba menjatuhkan orang lain.. yang selalu berhuznudzon. Semoga Allah menjagamu dalam ketaatan kepada-Nya. Teruslah menjadi temanku yang selalu menginspirasi..
To be continued (untuk teman yang mengesankan lainnya J)




Sabtu, 14 Februari 2015

Generasi Muda ANTI MAINSTREAM!!!



Say No To Pacaran!!!
Assalamu’alaikum wr wb.
Sudah hampir 2 tahun tidak pernah menyentuh kembali blog yg telah usang ini. Awalnya membuat blog hanya untuk memenuhi tugas akhir TIK pada akhir kelas 12, tapi sekarang berpikir untuk kembali ke dunia ini guna untuk dijadikan sarana sharing/berbagi sesuatu.
Yang dulunya kelas 12 SMA, sekarang alhamdulillah sudah mencapai semester 4 di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura. 2 tahun ini banyak perubahan dari cara bersikap, berpakaian dan lain-lain dan mudah-mudahan berubah menjadi lebih baik. Insya Allah..
Setelah bernostalgia dengan blog ini, malu rasanya ketika melihat 2 cerpen yang di share disini. Bukan hanya karena cerpen itu alay atau  karena cerpen tersebut tidak memiliki nilai sastra sama sekali tetapi juga cerpen tersebut menyampaikan sisi moral yang tidak baik dan melanggar syariat, yaitu kisah 2 muda mudi dalam ikatan pacaran. Naudzubillah.
Sayalah penulisnya yang ketika itu sangat menikmati romansa cinta remaja yang saya tuangkan dalam cerpen (tugas Bahasa Indonesia). Dan saya menyesal. Sungguh menyesal. Tetapi semua kejadian tentu ada hikmahnya dan karena itu juga saya sadar betapa tidak penting dan  betapa banyak kerugian yang didapat dalam pacaran apalagi untukmu, Muslimah...
Mengapa banyak kerugian yang didapat oleh seorang wanita/muslimah dalam pacaran?
Ketika pacaran, wanita selalu berkhayal dapat hidup bersama hingga maut memisahkan, adanya sebuah pernikahan yang indah bersama pacarnya yang sekarang. Tapi apakah pria juga mengkhayalkan itu? Oh No! Pria hanya memanfaatkan dirimu sebagai pacarnya agar dapat lebih mengenal seorang wanita terutama fisiknya serta dapat memegang tanganmu dan memikirkan hal-hal yang tidak  kamu ketahui, katanya sih jika kamu mengetahuinya akan kamu tinggalkan pria itu sekarang juga. Ini FAKTA yang saya dapat dari sebuah buku yang saya baca.
Aktivitas pacaran juga melanggar syariat dan termasuk zina.. naudzubillah
Allah berfirman :
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” [QS. An-Nuur : 30-31].
Dari Buraidah radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
يَا عِلِيُّ، لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ
Wahai ‘Ali, janganlah kamu mengikutkan pandangan dengan pandangan. Sesungguhnya bagimu hanyalah pandangan yang pertama, dan bukan yang setelahnya”.
Memandang berkali-kali saja tidak boleh apalagi PACARAN. ehm ehm

      Dari Abu Hurairah radliyallaahu ’anhu, dari Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bahwasannya beliau bersabda :
كُتِبَ عَلَى ابْنِ أدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌُ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الْإِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
”Telah dituliskan atas Bani Adam bagian dari zina yang pasti ia melakukannya, tidak bisa tidak. Maka, zina kedua mata adalah melihat (yang diharamkan), zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan), zina lisan adalah berkata-kata (yang diharamkan), zina tangan adalah memegang (yang diharamkan), zina kaki adalah melangkah (ke tempat yang diharamkan), hati berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluan membenarkan itu semua atau mendustakannya”.

“Ditikam seseorang dari kalian dikepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.”
 [HR. ath-Thabrani].

Pacaran hanya buang-buang waktu dan nambah dosa lagi -_- segera tinggalkan!! Ingat aja janji Allah tentang jodoh.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik“. (Qs. An Nur:26)
Maka pantaskan dirimu untuk menjemput jodoh yang baik. Yang baik dapat yang baik pula J
Dan jangan lupa untuk berlomba-lomba dalam kebaikan karena sesungguhnya hidup di dunia hanya sementara, jangan sia-siakan dalam maksiat.. Semoga bermanfaat dear. Wassalamu’alaikum wr wb